Di atas gunung, kita bisa melihat keindahan alam. Bertafakur. Berdiskusi. Hiburan sekaligus olahraga.

Hobi Jadi Ruang Diskusi

Gunung Guntur

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Tasikmalaya H Asep Maman Permana MSi merasakan betul manfaat naik gunung (hiking). Baginya, hiking olahraga baru.

Sebelumnya, dia badminton. Kemudian 2010 bersepeda. Baru lima tahun terakhir, dia mulai hobi naik gunung.

TALAGA BODAS

“Olahraga hiking sampai sekarang,” kata Asep di ruangannya Jumat (17/7/2020).
Baginya naik gunung tidak membosankan. Selama perjalanan bersama teman-temannya, pejabat eselon II ini menikmati keindahan alam.

“Suasana gunung yang langsung melihat pemandangan-pemandangan indah,” ungkap dia.
Dia naik gunung di akhir pekan. Saat libur kerja.

Bersama rekan satu kantor dan dari dinas lainnya, di komunitas Momusage, dia menjelajahi gunung-gunung yang ”mudah” dijangkau. Dia berangkat Sabtu, pulang Minggu sore.

Terkadang, Asep memasang tenda. Dia menginap di gunung. Pagi bisa menikmati keindahan alam dari ketinggian.

Jika lokasinya dekat, mereka langsung pulang setelah sampai puncak. “Bila terjangkau, pulang lagi biasanya. Bila tidak terjangkau pulang, kami mendirikan tenda,” kata dia.

Sejauh ini ia berasa teman-temannya masih menelusuri rute-rute naik gunung yang sudah ada. Bukan jalur ekstrem pendakian.

Gunung Gede

“Meski berjalan ke puncak gunung tetap rohnya berolahraga, karena kita bukan ekspedisi,” ujarnya. “Ekspedisi harus yang sudah profesional,” jelas dia.

Selama ini belum banyak gunung yang ia dan teman-temannya daki. Karena, waktu pendakian yang sempit. “Pendakian kita ini dilakukan saat libur kerja,” ungkapnya.

Beberapa gunung yang telah mereka daki diantaranya, Gunung Galunggung, Cikuray, Guntur, Gede, Pangrango, Slamet dan Ciremai.

Dalam pendakian, ia dan teman-temannya mengorelasikan agar menjalin kekompakan. Hobi tersebut ia jadikan media berdiskusi. Selama pendakian, mereka berbincang. Seringnya ngobrol pekerjaan.

CIREONG

“Ngobrol itu tidak dipaksakan, mengalir secara alami saja, karena masalah pekerjaan itu harus ada koordinasi dengan rekan-rekan, kebetulan yang ikutnya pendakian itu dari Kominfo dan dinas lainnya,” kata Asep.

Dengan begitu, pendakian ini menjadi ruang diskusi, namun tidak dikondisikan menjadi ruang diskusi.

“Itu berjalan secara alami saja. Apapun masalah pekerjaannya,” katanya.
Hobi pendakian itu juga sebagai sarana untuk meningkatkan kesehatan melalui olahraga.

“Sebetulnya yang ditekankan di sini memang olahraga, untuk lain-lainnya sebagai bonus, seperti keindahan alam,” ujarnya.

“Pendakian ini lebih condong ke hiburan dan berwisata, di samping itu juga ada manfaat kesehatannya dan mensyukuri kekuasaan Allah SWT yang sudah menyediakan alam yang indah,” bebernya.

Gunung Galunggung

Di atas gunung ini, dia bisa menikmati udara yang segar, sunset dan sunrise.
Hobi pendakian ini terus ia lakukan. Sabtu (18/7/2020), dia melaksanakan pendakian ke atas Gunung Galunggung. Karena gunung di Tasikmalaya ini tidak kalah keindahannya dengan gunung-gunung lainnya.

“Rintangannya pun memang tidak kalah, karena yang kami kejar bukan yang anehnya yakni olahraganya, termasuk banyak pendakian yang dikejar memang gunung-gunung yang sudah meletus,” kata dia.

Yang tidak kalah penting dalam pendakian, kata Asep, yaitu terus bersyukur karena manusia diciptakan begitu kecil. Sedangkan gunung diciptakan begitu besar dengan berbagai keindahan alam yang bisa dinikmati.

CIREMAI VIA LINGGARJATI3

“Segala sesuatu yang ada di gunung itu sangat bermanfaat bagi manusia, mulai dari pohon yang mengeluarkan oksigen dan terasa langsung bila dihirup saat berada di atas gunung, termasuk perasaan cape pulihnya lebih cepat dengan adanya udara yang lebih segar ketika berada di atas gunung,” jelas Asep MP.

Soal Momusage, itu apa artinya? “Momusage itu moal mundur saeutik ge,” jawabnya sambil tersenyum. (ujg)

Be the first to comment on "Hobi Jadi Ruang Diskusi"

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: