PKS Buka Peluang Bergabung dengan PKB

Iwan Milik Koalisi

Dadi Supriadi Ketua DPD PKS Kabupaten Tasikmalaya

TASIK – Memang baru DPD PKS Kabupaten Tasikmalaya yang sudah tegas akan mendukung dan mengusung Dr H Iwan Saputra SE MSi pada Pilkada 2020. Namun, hal tersebut bukan berarti ketua GM FKPII Kabupaten Tasikmalaya ini berangkat dari PKS. Tapi koalisi yang didalamnya PKS.

Ketua DPD PKS Kabupaten Tasikmalaya Dadi Supriadi mengatakan, jelang Pilkada 2020 pihaknya sangat terbuka membangun koalisi dengan PKB. Karena ada kesamaan visi untuk membawa kabupaten lebih baik.

Termasuk muncul satu nama bakal calon Iwan Saputra yang sama-sama didorong, baik oleh PKS maupun PKB. Walaupun secara resmi baru PKS yang di Kabupaten Tasik yang mendukung Iwan di Pilkada 2020.
“Intinya soal koalisi, kami juga menunggu PKB, kita sudah ada pembicaraan. Namun kepastian

koalisi belum. Pertama belum ada pasangan calon yang pasti didukung. Kemudian SK pun belum turun,” kata Dadi, kepada Radar, Kamis (2/7).

Dadi berharap dengan kompaknya dukungan terhadap Iwan Saputra, PKS dengan PKB bisa berkoalisi dan sama-sama mengusung satu nama cabup pada pesta demokrasi lima tahunan ini. Bahkan DPW PKS pun sedang membangun komunikasi politik dengan DPW PKB Jabar.

“Jadi kita pastinya sepakat koalisi dengan partai yang mengusung Pak Iwan, karena kita mendukung Iwan, minimal bisa memenuhi 10 kursi sebagai persyaratan maju di pilkada,” katanya, menjelaskan.

Terpisah, Wakil Ketua Bidang Kaderisasi DPC PKB Kabupaten Tasikmalaya Ami Fahmi ST mengatakan soal koalisi belum pasti atau ada keputusan berkoalisi dengan partai mana pun. “Karena dinamisasi koalisi itu masih berjalan, bisa dengan PKS dengan Golkar, termasuk Demokrat dan PAN.

Termasuk PDI-Perjuangan yang kini sedang dekat dengan PPP. Artinya semua mungkin terjadi, termasuk dengan PKS sangat mungkin sekali untuk berkoalisi,” ungkap Ami.

Ami menegaskan, pada intinya karena belum ada SK turun dari DPP PKB, termasuk pasangan calon yang didorong PKB, koalisi belum pasti dengan partai mana. “Kita belum pasti, karena keputusan akhir ada di DPP,” ujar dia.

Sebelumnya, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Tasikmalaya akan mengusung paket pasangan Iwan Saputra-Iip Miftahul Paoz pada Pilkada Tasikmalaya 9 Desember 2020.

Hal itu diungkapkan Ketua Dewan Syuro DPW PKB Jabar KH Acep Adang Ruhiat saat menghubungi Radar, tadi malam. “Ya ini deklarasi dan sudah bulat bahwa PKB akan mengusung Iwan-Iip.

Memang SK rekomendasi belum, tapi semuanya sudah komitmen mulai dari Dewan Syuro semuanya bersama-sama untuk lebih menguatkan pertemuan sebelumnya yang sudah dilakukan bahwa kita tetap Iwan (cabup) dan Iip (cawabup),” ujarnya di sela pertemuan di kediamannya Cisaro, Singaparna yang dihadiri Wakil Ketua DPC PKB Kabupaten Tasikmalaya Ami-Fahmi dan Wakil Ketua DPW PKB Jabar Oleh Soleh, Iwan Saputra dan Iip Miftahul Paoz
“Insyaallah pasangan ini sudah ada restu dari DPW dan DPP PKB, tinggal menunggu rekomendasi. Targetnya Juli Insyaallah SK turun,” katanya menambahkan.

Ketika ditanya kapan waktu deklarasi paket pasangan Iwan-Iip? KH Acep menegaskan jika pihaknya terlebih dahulu menunggu partai lain bergabung.

Dimana, saat ini yang masih berpeluang merapat yakni Demokrat dan Golkar, apalagi Iwan Saputra sudah menjalani komunikasi yang intens dengan kedua partai tersebut. “Target kita ingin menjadi koalisi besar,” ucapnya.

Menurut KH Acep, memang kondisi saat ini PKB dan PKS pun sudah memenuhi syarat untuk bisa mendaftarkan pasangan calon ke KPU. Dengan memiliki total 11 kursi dengan PKB delapan kursi dan PKS tiga kursi.

“PKB sudah sangat optimis dengan poros tengah ini dan yang penting kita menang berkat dukungan dari pesantren dan NU.

Sebab semuanya sepakat, kalangan pesantren sudah kompak mendukung Iwan-Iip,” katanya.
KH Acep menilai, pasangan Iwan-Iip ini cukup ideal untuk membawa Kabupaten Tasikmalaya memiliki perubahan signifikan dalam berbagai bidang.

Apalagi Iwan Saputra, memiliki pengalaman yang sangat matang di birokrasi. Ditambah sosok Iip, sebagai pendampingnya sangat matang di dunia pesantren.

“Tentunya ketika mereka sudah mendapatkan amanah dan terpilih, yang pertama harus istikamah membawa kemajuan bagi kabupaten dan membangun dari aspek pendidikan, kesehatan menyangkut kesejahteraan masyarakat.

Termasuk program keagamaan, karena Kabupaten Tasik terkenal sebagai Kota Santri harus memperhatikan pondok pesantren dan dengan Undang-Undang Pesantren,” harapnya. (dik/yfi)

 

Be the first to comment on "Iwan Milik Koalisi"

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: