700 Ponpes Masuk Syarat Rukun Pesantren

Pencegahan Jangan Pilih Kasih

Asep Abdul Ropik. FOTO: Dokumen Radar Tasikmalaya

SINGAPARNA – Ketua Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Ansor Kabupaten Tasikmalaya Asep Abdul Rofik SH mempertanyakan kenapa dalam pencegahan penanganan Covid-19 di pondok pesantren harus pilih kasih. Padahal semuanya juga berpotensi tertular wabah virus corona.

“Ya kalau tidak merata ini berarti pilih-pilih dalam pencegahan dan penanganan Covid-19. Padahal semuanya berpotensi tertular. Apalagi anggaran untuk penyemprotan disinfektan di Dinas Pertanian cukup besar, hampir setengah miliar lebih,” ujarnya saat dihubungi Radar, Rabu (1/7).

Asep mempertanyakan kenapa tidak semua pondok pesantren dilakukan penyemprotan, karena potensi penularan wabah ini bisa terjadi di mana pun. Tanpaharus banyak santri dan lainnya.  “Kalau seperti ini kami mempertanyakan efektivitas gugus tugas dalam hal ini Dinas Pertanian yang melakukan penyemprotan disinfektan dan efektivitas anggaran tersebut, apakah sudah sesuai,” ujarnya.

Pengurus Forum Pondok Pesantren Kabupaten Tasikmalaya KH Koko Koswara membenarkan bahwa data 700 pondok pesantren yang dilakukan penyemprotan disinfektan oleh Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan (DPKPP) Kabupaten Tasikmalaya sesuai yang disampaikan.

“Termasuk kesiapan dan sesuai kuota untuk dilakukan penyemprotan disinfektan. Jumlah pondok pesantren di Kabupaten Tasikmalaya memang benar ada 1.327, namun tidak semuanya masuk kriteria pesantren,” terang Koko kepada Radar di Kantor DMI Kabupaten Tasik, Rabu (1/7).

Menurut dia, mungkin dari 700 data jumlah pesantren yang dilakukan penyemprotan disinfektan tersebut, pada umumnya para santriwan-santriwatinya berasal dari luar daerah, sehingga lebih diprioritaskan. “Karena ada syarat rukun pesantren, yaitu ada masjid ada pondok, pengajian, ada kiai, ada santri yang mondok.

Pesantren yang tidak masuk rukun seperti santrinya yang tidak mondok di pesantren, setelah mengaji pulang,” papar dia. Dia menambahkan, jumlah santri pula bermacam-macam di pondok pesantren ada yang jumlahnya 150 ke bawah, ada juga 150 sampai 500, sampai 500 ke atas.

“Kami pun menyaksikan langsung penyemprotan dilakukan merata di pondok pesantren, oleh petugas atau penyuluh pertanian dari dinas,” ungkap dia. (dik)

Be the first to comment on "Pencegahan Jangan Pilih Kasih"

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: