Kader Asli Tak Berkenan Maju di Pilkada Tasik

PKB Dorong Tokoh Daerah

TASIK – Pengurus DPC PKB Kabupaten Tasikmalaya menegaskan masih menunggu proses penjaringan yang dilakukan DPW PKB Jawa Barat terkait sikap politik di Pilkada Tasikmalaya 2020.

Ketua Lembaga Pemenangan Pemilu (LPP) DPC PKB Kabupaten Tasikmalaya, Asep Hernandi menegaskan pihaknya masih menunggu proses di DPW PKB. “Sebab, pada prinsipnya apapun keputusan DPP, pengurus dan kader PKB di daerah harus samina waatona ikut dan patsun terhadap partai,” ujarnya kepada Radar, kemarin (30/6).

Untuk itu, kata dia, adanya petemuan Ketua DPC PKB Kabupaten Tasikmalaya Haris Sanjaya dengan Bakal Calon Bupati Tasikmalaya H Azies Rismaya Mahpud merupakan sebatas silaturahmi biasa. ”Yang saya tahu, pertemuan tersebut inisiatif Pak Azies. Untuk melakukan komunikasi politik, namun belum ada keputusan apapun,” tuturnya.

Asep menjelaskan target PKB di Pilkada Tasikmalaya yakni mengusung bakal calon bupati atau Z1 yang berasal dari kader PKB. Akan tetapi kader-kader PKB yang dinilai layak maju (mencalonkan diri, Red) tidak berkenan seperti KH Acep Adang, H Oleh Soleh dan Haris Sanjaya.

“Kesemuanya tidak berkenan (kader PKB yang dinilai layak maju, Red). Sementara Haris, memang diakui lebih siap untuk mencalonkan diri di posisi wakil bupati,” paparnya.
Target ZI sendiri, kata Asep, sangat relevan dengan melihat kalkulasi raihan suara PKB di pemilihan legilastif 2019 lalu, dengan delapan kursi. ”Kita merupakan peraih suara terbanyak kedua di Kabupaten Tasikmalaya. Maka sudah selayaknya mengusung Z1,” tuturnya.

Anggota Dewan Syuro DPC PKB Kabupaten Tasikmalaya Oos Basor menambahkan pertemuan antara Haris Sanjaya dengan Azies Rismaya Mahfud hanya sebatas silaturahmi. ”Itu biasa silaturahmi saja, tidak ada urusan paket memaket,” ungkapnya.

Oos menjelaskan awalnya PKB menargetkan opsi kader asli menjadi bakal calon bupati di Pilkada Tasik sesuai arahan DPW dan DPP PKB. Akan tetapi, diperjalanan kader tersebut seperti KH Acep Adang, H Oleh SOleh dan Haris Sanjaya tidak berkenan maju sebagai Z1.

”Sehingga apabila tidak ada kader PKB atau dari ketiga kader tidak siap. Maka PKB siap menerima tokoh untuk dicalonkan maju dari PKB, diantaranya yang masuk pertimbangan yakni Iwan Saputra,” paparnya.
Namun, pada prinsipnya PKB masih menunggu keputusann rekomendasi dari DPW dan DPP kaitan siapa bakal calon yang diusung di Pilkada Tasik. “Saya berharap PKB bersatu tidak pecah, dan tolong hargai keputusan yang ada di DPP pada akhirnya,” tandas Oos.

Sebelumnya diberitakan, peta politik menjelang Pilkada Tasikmalaya 9 Desember 2020 terus berjalan dinamis. Usai adanya pertemuan Cisaro yang mendeklarasikan paket pasangan Iwan Saputra-Iip Miftahul Paoz.

Kemarin (29/6), bakal calon Bupati Tasikmalaya H Azies Rismaya Mahpud langsung melakukan pertemuan dengan Ketua DPC PKB Kabupaten Tasikmalaya Haris Sanjaya di kediamannya. Sebelumnya, Azies menemui Sekretaris Dewan Syuro DPC PKB Kabupaten Tasikmalaya H Momon Sam’an Kertajani, Jumat (26/6).

Ketua DPC PKB Kabupaten Tasikmalaya, Haris Sanjaya mengatakan saat ini proses yang sedang berjalan di PKB secara formal baru tahapan ada tiga orang yang mengisi formulir pendaftaran sebagai bakal calon yakni Haris Sanjaya, Iwan Saputra dan Iip Miftahul Paoz. “Tahapannya tinggal menunggu uji kelayakan dan kepatutan dari DPP PKB,” ujar Haris kepada Radar.

Sehingga, kata Haris, apabila ada yang menyebut bahwa pasangan Iwan Saputra dan Iip Miftahul Paoz sudah resmi di usung PKB. Maka itu, hanya framing saja. “Dan kita menyayangkan itu. Karena kita di DPC PKB tahunya baru sebatas penjaringan bakal calon, bukan pengusungan,” terangnya.

“Kita ikut alur sebagaimana arahan Ketua DPW PKB yang juga Desk Pilkada DPP PKB Syaiful Huda,” tambahnya.
Apalagi, menurutnya beberapa waktu lalu ada pertemuan DPC PKB, Fraksi dan H Oleh Soleh. Dalam silaturahmi itu DPC dan Fraksi PKB malah menyampaikan secara tegas untuk mengevaluasi paket koalisi PKB-PKS dengan pasangan Iwan-Iip.(dik)

Be the first to comment on "PKB Dorong Tokoh Daerah"

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: